anak bungsuku mulai dewasa

Posted: 01/17/2011 in my Family

Farell sibungsu dari anakku dengan mama ume/Sitiyati sumiyati sudah berumur 10 tahun ingin dikhitan. Katanya dia gak mau sekolah selama dua hari karena diejek temen-temennya,kata istriku. Dia dijanjikan akan dikhitan setelah papanya datang. hari demi hari terlewati hingga satu minggu kemudian aku pulang dengan rasa rindu akan keluargaku.

Setelah beberapa hari kita  mulai memikirkannya, berbagai persiapan dimulai dari belanja,lapor pejabat setempat, rapat keluarga dan membuat tenda di depan rumah, semua seperti biasa dilakukan masyarakat indonesia ketika akan melakukan hajatan sederhana. Malam hari tetangga-tetangga sebagian datang untuk ngariung sebagai sebuah adat yang masyarakat sunada lakukan jika hendak mempunyai hajat. Saling bercerita dan bercanda tentang kehidupan masing-masing dan yang umum di desa. Sebelumnya pihak keluargaku sudah kukabari tentang hajatan ayang akan kami lakukan. malam itu juga mereka berangkat dan besok pagi baru akan sampai di kota istriku dmn kami tinggal, Majalengka.

Pagi harinya , eksekusi dimulai. Aku masih dirumah sebelah dimana keluargaku sudah datang dan bersiap untuk datang ke rumah utama. Pagi-pagi Pak haji sudah datang dengan suaranya yang keras bak jagoan desa yang sudah lama gak perang. Farel sedang bermain di halaman dengan sudara-saudaranya dengan keras dia memanggil dengan bahasa sunda. Tiba-tiba ada seorang tetangga yang disuruh memanggilku untuk datang, dengan tergesa-gesa kuberangkat ke rumah induk dan benar ternyata anakku sudah dipangku mang  Jum yang sering membantuku berangkat ke jakarta. Pak Haji sudah berteriak gak jelas artinya aku tak mengerti bahasa sunda,lalu aku gantikan mang Jum, anakku mulai panik namun kutenangkan,papa disini sayang! namun rasa sakit dikhitan lebih mendominasi kepalanya, akhirnya selesailah moment itu . Hanya teriakan kecilnya, yang  menandakannya sudah selesai dan darah segar mengucur di selangkangan. lalu kupapah anku masuk ke rumah di depan ruang utama sudah disiapkan tempat tidur,lalu kutidurkan anakku diatasnya. Rengekan kecilnya membuat ingatanku melayang bagaimana rasanya aku dulu.

Sebuah kipas diberikan padaku untuk mengipasi otong anakku. Selanjutnya si asisten mulai memberikan pertolongan pertama dengan kapas yang dilumuri dengan betadine atau obat merah yang dilumurkan pada otong anakku. Setelah beberapa kali darah mulai berhenti mengalir, namun anaku masih mengejang kakinya karena tegang selama proses khitan. lalu datanglah sang  Haji dengan lantangnya dia mencari mana orangtuanya, istriku berdiri dan dengan sigap dia memeberikan sebuah amplop ke tangan istriku,nyecep katanya. dan selanjutnya dia berpamit untuk berangkat pulang melanjutkan kerjaanya di 10 tempat yang lain pada saat itu.Anakku adalah pasien pertamanya.

Lalu mulailah saat yang dinanti-nanti anakku.Satu persatu saudara dan keluarga memberinya uang dengan sigapnya ankku sambil menahan perihnya dia mengucapkan terimaksih pada semua orang.Sudah terbayang dimatanya akan mendapatkan barang yang diinginkan dengan uang nya. Seharian semua tetangga dan saudara datang, sampai hari selanjutnya aku sdh harus berangkat lagi untuk kembali kerja. Dengan berat hati kutinggalkan dirinya dengan hati berat dan kulangkahkan kaki meninggalkan keluarga untuk kembali mengais rejeki di negri orang untuk mereka.

Ketika anakku ditanya ama mamanya , uangnya buat apa wel?untuk beli cat,buat ngecat rmah yang baru,…hatiku serasa disirah air dingin …dia memeberikan semangat padaku ntuk memberikan kamar untuknya dan kakak-kakaknya serta ibunya. mulai saat itu dalam hatiku kutetepkan untuk segera membuatkan rumah buat dia dan istriku serta kakaknya.Mereka adalah semangatku dalam kerja dalam hidup ini.tak ada satupun yang dapat menggantikannya.

untuk awel anakku

selamat menjadi dewasa.

papa Lukman

awel khitan

anakku mulai dewasa

Komentar
  1. Ume Saleem Fauzi mengatakan:

    Jika kamu butuh semangat…jika kamu merasa kesepian…jika kamu merasakan kangen yang amat hebat…SELALU BACA DAN INGATLAH INI SEMUA!!!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s