Strek

Posted: 01/20/2011 in Seni Tradisional

Kesenian STREK

Merupakan sebuah kesenian unik yang masih ada dan dimiliki oleh masyarakat di desa Sambeng yang merupakan salah satu Desa di wilayah Pegunungan Menoreh,Borobudur. Keunikan kesenian ini adalah Sebuah kesenian yang memadukan seni pencak silat, seni pertunjukan dan syiar agama. Istilah yang mereka gunakan dalam memadukannya disebut dengan trek, dipadukan/ ditrekke, yang berarti disatukannya dalam sebuah kombinasi yang indah. Dari istilah tersebut masyarakat menyebutnya dengan strek, kesenian strek.

Kesenian ini mengambil dasar-dasar gerak silat untuk dipergunakan sebagai gerak tarian yang dipadu dengan lagu-lagu yang sudah modern, rata-rata lagu yang mereka nyanyikan menggunakan bahasa Indonesia. Ada juga beberapa lagu yang menggunakan bahasa jawa dan arab. Ada sebagaian dri lagu-lagunya diambil dari lagu daerah daerah-daerah Indonesia, seperti Maluku, ambon dan Sulawesi.

Bentuk pertunjukan kesenian ini memiliki 4 babak, babak pertama adalah rodat pembuka yang menampilkan sebuah pertunjukkan dengan para penari putra melakukan gerakan silat secara bersamaan dan serempak dengan semangat. Dilanjutkan dengan sebuah adegan tari-tarian. Babak ini mereka menampilkansebuah tarian dengan lagu-lagu daerah Indonesia, biasanya tarian ini dilakukan oleh penari berpasanngan.Dahulu kala adegn ini ditarikan oleh kaum laki-laki, namun karena perkembangan jaman maka fungsi penari putri digantikan oleh gadis-gadis desa.lalu babak ketiga muncul adegan kewan-kewanan yang menjadi favorit para penonton, karena dalam adegan ini sering terjadi trance yang membuat pra penari lupa diri karena kemasukan roh-roh halus yang mereka yakini masih melindungi kelompok kesenian ini.hewan-hewan yang ditampilkan seperti kerbau harimau,sapi,badak dan kambing. Adegan keempat adalah munculnya rodat penutup yang berisi penari-penari putra yang melakukan gerak-gerak silat dengan diiringi music terbang dan jidor.

Musik yang dipergunakan dalam kesenian ini mirip dengan kesenian solawatan yang banyak ditemui di berbgai tempat di temui di indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Mereka menggunakan alat music rebana atau terbang sebanyak 4 buah dan jidor 1 buah dan selain itu ada instrumen unik yang dibuat dari klenthing( tempat menyimpan air) yang atasnya ditutup dengan kulit dan dasarnya dilubangi, sehingga memunculkan warna suara yang unik.

Kesenian ini biasanya diadakan pada acara bersih desa dan acara hajatan di setiap desa yang menghendakinya untuk dihadirkan, seperti upacara perkawinan, khitanan, bahkan dalam berbagai acara kesenian yang dilakukan di wilayah sekitar obyek wisata di candi Borobudur dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s