SAIKKA

Posted: 11/02/2011 in Seni Tradisional

Sepeda merupakan sebuah transportasi yang murah meriah dan memiliki banyak fungsi ketika tekhnologi mesin belom masuk dan berkembang sebagaimana mestinya. Dua buah roda dirasa merupakan sebuah perkembangan yang pesat pada awalnya,namun ketika kebutuhan orang semakin banyak dan harus dilakukan dalam waktu yang sama maka dua roda perlu ditambah satu menjadi tiga roda. Karena sepeda hanya memiliki daya tamping dua orang maka untuk roda tiga bisa menampung tiga orang sekaligus bahkan empat.

Indonesia memiliki kendaraan tak bermotor dengan roda tiga yang dikenal dengan Becak dan di Myanmar juga memiliki kendaraan yang beroda tiga juga yang disebut dengan SAIKKA. BECAK Indonesia menempatkan penumpang di depan pengemudi, sedangkan di Myanmar saikka menempatkan penumpang disamping pengemudi. Sehingga bentuk sepeda sebagai bentuk awalnya masih kelihatan dan ditambah satu roda di samping kanan dengan member dua buah tempat duduk dengan sandaran punggung dan kaki secara berseberangan/kebalikan.

SAIKKA

SAIKKA

Sebuah perbedaan bentuk penempatan penumpang membuat berbagai apresisasi tentang sudut pandang masing-masing. Becak Indonesia menempatkan kebersamaan dan mementingkan oranglain dan memberikan perlindungan selama mereka bertamu dan mengantarkan. Sedangkan saikka Myanmar menempatkan orang /penumpang disamping emnggambarkan sebuah kebersamaan dalam menuju kedepan dan memberikan pengawasan terhadap latar belakang/masa lalu sejarah agar bisa menjaga keseimbangan dengan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s